10.31.2013

Perihal Apa Yang Tak Mau Aku Mengatakannya



Perihal Apa Yang Tak Mau Aku Mengatakannya



apa yang tak mau aku mengatakannya berbuntut pada suka atau tidak aku tiba di perjumpaan yang tak kunjung ada saat kenyakinan lalu berlipat ganda berkenaan apa yan pada waktu itu tidak memadai untuk mengabadikan menjadi kesalahpahaman pada diri perihal apa yang tak mau aku mengatakannya. berpikir sepihak adalah jalan gamblang mempertegas kesemena-menaan pada diri melalui pengambilan keputusan dan menututut pemotongan bagian peristiwa-peristiwa yang sebenarnya belum aku tetapkan dimanakesempatan melihat kebawah dari pastinya dan aku belum pernah memiliki pilihan lain dari semua anggapan yang tertahan bila ini tak terkecuali; aku memohonmu ini saja, kesabaran tidak bersemi menyeberang kedalam minim tindak tanduk dan menawarkan kebalikan perihal apa yang tak mau aku mengatakannya dan sekiranya aku tidak terlalu suka akan kebebasan; aku memohonmu ini saja







2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis

10.23.2013

Mabuk Pitam












Mabuk Pitam



revolusi bagimu tak ubahnya seks bagiku
kita yang paruh baya di udara 90-an
pelecehan sepenuhnya oleh akal
terdidik dan terjual

kau yang terpenggal dari rusuk ideal
menggugah cipta, karya, saptaku
bahwa kita berhubungan
bahwa kita berjuang
sejauh ini sisanya adalah kesenyapan
satu sama lain akan abadan
dalam kodrat berdua

bahwa kita terbelakang
bahwa kita berjuang
bahwa kita diderita makin besar
dan dibuat sedih karenanya

saat berhenti berjuang
kesedihan itupun berhenti
ranah milenia, bahan rekreasiku
sejenis kembalii kealam


"maukah kau menoyak perawanku tanpa merobeknya"






2006
Buku #6 : selamatkan Sang Minimalis


Kesengajaan adalah tidak bersalah






















Kesengajaan adalah tidak bersalah


relatifku u/ negatifmu
mengumpulkan jadi atau apa yang tak bisa ku toleril
di kepala sebelah dan aspirin
seperti sebagian diriku yang telah meninggal, berselisih paham
(bukan merasa dengan dia, tapi dalam menanggung itu aku merasa dengan dia)
dalam canggung dan aku harus mabuk

sensitfku u/ negatifmu
putus asa u/ mengambil alih - tekanan u/ memberi - pilihan u/ disesalkan lagi
pilih apa yang tak kau pilih
lalu, menuntunmu seperti batu atau meninggalkanmu basah kuyup u/ mengalir lagi
berputar seperti anak kecil
beri jalan batu
dan biarkan samudera melumat dingin dan jangkar dalam kepekaan
beri jalan batu
dan biarkan air membasuh logam larut kedalam emas
menitik beratkanmu lalu meninggalkanmu seperti anak kecil u/ mengalir lagi






2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis



10.20.2013

Kado Aktual

























Kado Aktual



semua orang tak ditempat
semua orang kusimpulkan hilang u/ sementara

hulu ledak - sumbu bahagiaku
efek surga - penjara maya - vitamin berlaru larut
pengkondisian flu - stimulus hangat disamping suhu tubuhmu
menghancurkan usus - terlalu lama dipaket
dibuka rasamu dalam kulkas susah payah direkrut
bom waktu aktual
jika mengerti maksud - tak berhasil jadi khidmat
pasti, kusimpulkan sama orang-orang tercinta
tak bisa diralat - dunia yang kupilih tak dapat di nuh-buat

melonjak-lonjak hatimu dalam kotak musik
tergila-gila memang hatiku dalam peti
bagaimana, masih bilang kau mengerti
masih melanceng keluar arti
dipaksa satu orang yang lain tapi nanti u/ kubakar sangat





2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis


Pasca Mati







































Pasca Mati


dua puluh tahun terkubur
perang batin - depresi lahir
ia dahulu lembut layak dikasihani - layak dimusuhi
aku kagumi dari sisi penyodomi
menusuk dengan sangat berdarah hangat
bagaikan onggokan daging ; harapan yang arogan
tak termaafkan sebab terkutuk dari tabiatku yang tak lazim
harga diri mengikutiku kemana mana bagai seekor anjing
ia butuh narkotika..
baiklah, aku butuh sebuah jiwa
tidaklah merdeka untuk tahu
aku harap melangkahi soko guru
racun penangkal tetap saja racun
pelacur satu dan lain bentuk
tapi aku tak mempertengkarkan itu
tak jua kucampuri jawaban atas mendamaikan
ia tak diriaki hasrat!
kebenaran : lawanpun aku bukan
teman yang menyedihkan
in memorabilia






2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis

Senyawa Jin



Senyawa Jin


segenap pengakuan tumbuh dan mekar
singkaplah hanya dalam diriku fatamorgana yang paling masukakal
menilik kebelakang benang merah dari pertanyaan-pertanyaan frontal
: agony u/ yang tak bisa mengerti
ilusi, apa yan tak terlihat takan melepaskanmu
mimpi a/ setiap helaan nafas
senyawa seperti jin
tak pernahmati
tak pernah juga disadari

jangan bawa lari dirinya dari muatan sadar
menemani u/ layak tinggal
dunia yang fotogenik, kesan terakhirku kepadamu bernilai gaib





2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis

10.09.2013

Eksperimental Dosa Sosial







Eksperimental Dosa Sosial


betapa menderita menghirup udara
betapabanyak yang ia rasakan dibalik dirinya
aku menyulut, menghisap, menghembus u/ terbebas dari urusan yang asap

betapa tak nyaman duduk dikursinya
betapa berharga berada diposisi salah
dosa pokok mencari-cari u/ menemukan, u/ meranyunya

betapa setiap saat tak terkira bahayanya
betapa senang meninggalkan tindakan sesudahnya
setelah kaya kedalam duka rahasia

hari ini tak baik u/ keluar
ia tak keluar menemuinya




2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis

Seluloid



Seluloid  




aku suka ironi dan semua yang mematahkan hati
tidak menjamin berpikir seperti seseorang yang paling berbahaya
skenario tidak menuntut apa-apa dariku, merasa terhibur
keributan kecil - aku tak tahu kau sepopuler itu?

penolakanmu tidak berbuah apa-apa pada dirimu kecuali kini giliranku
kau telah hilang ditelan sistem - bermain di industri
dari balik dunia kita yang kecil, dirong-rong kesenjangan
tak selepas membelakangi peluang maaf kemarin dan hari ini

aku haruskembali beberapa tahun silam untuk menemukan
siapa saja yang menyebut:

"aku tidak peduli jika ia tua dan murahan"
di abaikan adalah bukan alasan
bergetar dalam dan kadang diam
sampai hari mencantumkan dengan tinta
di kertas memberinya hidup sesudah mati yang membosankan

kecuali siapa yang membodohi siapa teramat pahit



2006
Buku #6 : Selamatkan Sang Minimalis






Hijrah



Hijrah


kudengar kabar - kucari bayangan besar di balik dirimu yang mungil
kusangka ia tergeletak - kuyakin ia pingsan
jangan buat aku menebak dihari "H" yang penuh luapan butiran bening
menampik sebanyak orang-orang yang tumpah ruah
kedalam kata kunci yang kau ucapkan fasih:

"aku akan selalu setia,
 dalam letal dan sedih,
 dalam amoral dan miskin,
 dalam liar ataupun sakit"

yang membuatku gila
bukan siapa yang berdusta
tapi aku yang memang tak pernah percaya
kurasa tak perlu kujerat dan kujaring
ada banyak dalam diri, sedikit melankoli
dengan senang hati aku bersedih
kubulatkan hijrah terakhir yang mungkin tak mungkin

toh bukan kubuang dikau di laut lepas
tapi di tanah kering yang kau tinggalkan untuku musim ke musim





2006
Buku #6: Selamatkan Sang Minimalis