8.19.2013

An Empowering Mantra for The Masses, Cunningly Encoded to Deceive "The Dead Man"




William S. Burroughs by Robert Capa



























An Empowering Mantra for The Masses, Cunningly Encoded to Deceive "The Dead Man"


ex   post   facto
qua   vadis
des   profundis
verbum    sap
protempore   nomad
corpus   delicti
momento    mori


("yang terjadi kemudian
kemana kau akan pergi
kekecewaan yang dalam
cukuplah kata-kataku
untuk sementara waktu, kegilaan
hasil kejahatan 
memperingati kematian")





2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk




Kartini Hitam






























Kartini Hitam



kau dalam gelap
kau menghidupi persepsimu sendiri
tak ingin kehilangan lagi
tak ingin sendirian lagi
adalah kehilangan sesungguhnya

kau dalam pembauran
kau dalam kewaspadaan yang murung
meniti ke batas ambang subuh: terbitlah terang

kau dalam gemerlap
kau dalam hiruk pikuk
tak ingin kehilangan lagi
tak ingin sendirian lagi
adalah keterpencilan sesungguhnya

aku abaikan harga diri
demi satu sentuhan, satu perubahan
terjun bebas tak terkendali
ketengah kurs rupiah yang jatuh dibawah kakimu

kau dalam konspirasi
kau menggerayangi pembenaranmu sendiri
wahai keperempuanan sejati
kesendirian abadi
jika haus akan kesetiaan, carilah
jangan campuri hati penyendiri
jika sudah terlanjur, bunuh ia sekalian
pada setiap pemakaman kartini-kartini hitamku

kau dalam karantina
kau mendiami kuil-kuilmu




2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku masuk

Sentimen



Sentimen


aku belajar pada akal-akalan pujangga
bermain harmoni di hadapan gadis-gadis muda
tapi gadi-gadis tidak muda lagi, dan lelah
cukuplah gadil kecil yang berkata
"yang cantik, yang menggerakan hati"

aku belajar gemetar pada orang setengah gila
yang menghadang di ujung gang
takut yang kau bawa sepanjang jalan pulang

atau belajar berkeliaran dari gelandangan tua
penjaga malam yang murung
bermain dalam angin kekecewaan
peniup terompet berkabung
membangunkan yang telah lama terlelap

disini, sentimen-sentimen membeku
hanya sensasi-sensasi yang bersuara merdu
penyanyi-penyanyi pembunuh ekstaseku
penuh perasaan setelah gedung penuh

izinkalah sebuah lagu lama kugugah
setelah perjamuan ini
di tengah Indonesia yang lembab dan sendu
dan asap yang keluar dari leherku
dengan satu suara tumpul





2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk

Libur Nasional







































Libur Nasional



apa cukup baik aku lari
apa cukup mujur kau mundur
kita di temarami lampu-lampu jalan
kau di isukan hamil
baguslah, angin masih semilir
kiamat masih jauh
dikejar tengat waktu
individu-individu berbagi, beresidu
wakil dari diri berhambur
keharibaan dunia balik
partisan, simpatisan terkungkung privasi

kita di penuhi hasrat
kita di paksa kawin
jalanan ini akan sepi: libur nasional
kelak ada yang mewarisi
menyesaki kolom "headline" hari ini
kisah yang klasik
kisah yang kolosal

kita terlibat affair
kita di gosipkan miring
kadang hanya terlambat untuk sekedar panik
kadang hanya terlambat untuk sekedar membuat catatan kecil
"ia ingin agar hidup membantahnya
sebagai yang tak terhitung"

kita kembali naikan suhu tubuh
bersedekapan bunga api
derit roda semakin kencang
kita lupa memasang sabuk pengaman

kita di larikan ke rumah sakit
kita di ketemukan dilokasi
kau dipaksa aborsi
"ia ingin agar hidup mengakui"





2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk





8.04.2013

Disposisi

























Disposisi




dititik ini aku a/ anak ayahku sekali lagi
aku a/ satu hal, nafsuku a/ yang lain
baiklah, naluri a/ hewan
menukar sisa disisi sebelah sini
kentarakan dari aku memangsamu
karena itu pula kita sahabat karib
dengan kebencian, kebencian bertemu
karena itu pula kita saudara serahim

kedekatan atau apa kataku?

aku sentuh dan singkap setiap kebinatangan
belakangan sigadis berdiri disamping jalan
melihat kepala-kepala terpenggal tinggal lambang
dimalam yang emas - coklat bagi sikecil
bahagia yang mencolok - potongan pertama
pernyataan tidak sesedikit mungkin
dimana lari : kata kerja tak beraturan
luwes secara disposisi

ibu, kemarin aku bunuh kelaki-lakian
seperti sudah melihat sebagai aku
kematian pertama dalam keluarga
dan ia tak pernah merasa sekecil itu

kehormatan atau apa katamu?




2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk

Patriotrikal








































Patriotrikal



aku terbang ketimur
menghimpun tulang belulang
sahabat sekandumg

aku lari ke barat
setara penghianat
kepada sang penggugat
mukadima, yang melerai karat
sebongkah karang
tubuh pesakitan dari sistem dienyahkan
merajalela penunjuk atas dan bawah
arus bergejolak
kuburkan aku disana
bersama penjaranya

aku lari ke utara
bersama sang mata-mata
yel-yel lagu kebangkitan
sendat kemerdekaan

aku menuju ke selatan
penghambaan





2003
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk

Sodomi Buat Nikki


Sodomi Buat Nikki

peristilahan apa lagi untukmu
pengharapan aku paling panjang
dan hancur dalam kungkung waktu
saat tak memihak jerat rindu
dibuatkan rumah terselubung
paling luas, paling buntu

jujur bukan senjata terakhir
dibuat menggantung
kesendirian bahkan punya kulit
tak ada yang dapat menembus

kau bulat dibawah sabit bulanku
separuh dimakan naga
dongeng yang kau ceritakan tempo hari
sebelum senja
kantuk dibuatnya impian pada suatu ketika

bukan apa adanya dia
tapi yang seharusnya aku punya




2003
Buku#3: Segala Ikatan, Aku masuk