7.21.2013
Penjahat Kelas Imaji (P.K.I)
Penjahat Kelas Imaji
tidak bersuka cita melihat
lebih bermimpi mencuri
jalan pinggiran antar selera
seperti selalu menjadi kebiasaanku memperkosa
dendam rahasia dalam langkahnya lebih lagi ampuh
tersiksa pertama-tama secara fisik
dalam darahku, siapa tahu juga dalam tubuhku
memisahkan diri, yang ia berasal darimana, bukan siapa-siapa
tidak diperhitungkan lagi
menyangsikan aku penuh - adalah lawan
refleksi manusia raja dan aku bergaya
kosmopolitan yang menawan
menaggung melankoliku
teluk mengangga diantara
teluk terkecil di isolasi
kelaparan kambuh
keindahan, aku akan merampok mereka
2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk
An-Atta Doktrin
An-Atta Doktrin
ada begitu banyak jadah yang belum lahir
hamil telah tampak delapan belas bulan mengutuk spirit
keseluruhan sari-sari - manipulasi
membelokan yang dapat dipertanyakan
aku telah jatuh cinta dengan selain perempuan
disini : yang tidak eksis - akar pun jadi
perawan hakekat imaji
lainnya tersingkap
laki-laki tak pernah sampai dasar - dangkalpun tidak
semua layak sama lain boleh di impikan
setelah aku ada lagi yang kau akui
satu orang melawan masa depan
siapa selanjutnya tidak penting lagi
2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk
Dosa Tandingan
Dosa Tandingan
bila lebih seksama - layak ajal seseorang
menebus emosi - berlipat ganda tanpa bergeming
alkohol, segelas airmata
untuk menjadi riang - aku haruslah seorang pendeta
tidak lebih bermakna karena bukan dosa
untuk yang besar ditodongkan dikepala
rasa yang rentan - upaya tandingan
memukul paku tepat dititik lemah
surat hitam pemerasaan
tidakah aku seolah-olah menyerah
menghindar menjadi terlalu vulgar untuk mempertahankan
tidak bisa hanya sebagai budak
tidak bisa jadi hanya sebagai tiran
selain aku akan sangat renta
aku hanya akan sangat marah
amanat memusat tajam
yang nikmat, kupastikan ia seorang istri muda
tidak lebih bermakna karena bukan dosa
2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk
Krisis II
Krisis pt II
kini, bayangkan sebuah kasus telah mendandani sebagian diriku
terbalik bertumpu pada kepala - paling sulit menuntut paling termudah
hey.. aku dapatkan pekerjaanku lagi sekarang
nikmati hidup, hidup itu indah (hidup itu dosa aktual0
tidak cukup kolam susu, ladang ganja
terekontruksi jenis baik dan buruk diseret tumbuh
karena masa depan : paha perawan mendonor tubuh
hey.. aku minta bayaranku lagi sekarang
ambisi terpasung, tidak peduli apa yang mesti dihitung
hey.. aku dipecat lagi sekarang
krisis dipupuk sirami
ladang cukup dikencingi
2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk
Tutup Buku
Tutup Buku
pernah cukup kekanak-kanakan
seburuk yang dapat terjadi
menyulut, terkejut
pertanyaan selalu datang terlambat
pelajar menggelinding - mereaksi
pernah mengalir berapi-api
diantara dua, lima kali kriminal
pernah cukup tergesa-gesa
tumpah dari otak dan mengosong kembali
tidak dapat keliru tepat disaat aku paling rawan
mengapa pada titik aku balik pada koma
sewaktu-waktu jika tenggelam dalam-dalam
ekspresi, aku takut penuh campur tangan
kembali ke sekolah
ringan main-main, jika tidak kaupun absen
kembali ke jalanan
kita adalah pemimpin, jika tidak duduk permanen
berhenti jadi jiwa jadi monumen
2004
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk
Luang
Luang
perjalanan pulang ke rumah menemukan yang baru
perjalanan keluar rumah menemukan yang buntu
kapanpun, dimanapun itu tak sabar pulang
menghabiskan makanan rumah
kurnag gizi atau demam tinggi
semakin tak berada, tanpa biaya
berkelebihan hidup melainkan tangan terbuka
andai kata aku keluar dan menemukan
yang menekan datar dan pengecut
tidak memadai untuk perang terbuka
kecuali cambuk
kadang perlunya ke rumah
lebih perlu lagi ke luar rumah
2003
Buku#3: Segala Ikatan, Aku Masuk
Pengantin Besi
Pengantin Besi
telah kujahit luka-luka kulitku
dan mengenakannya malam ini
untuk aku berdansa dengan sakitku
dan sentuh sang putri
meminjam perempuan yang mengandung
akulah pangeran buruk yang baru
sekarang, dunia yang mandul
doakan aku mati untuk semua yang baru
kesakitan hanya buah ilusi
bayi biru yang diujung tanduk
keabadian turun ke ujung kaki
jasad lama memilih terpuruk
salah satu ruang dikampung halaman
kelahiranku membusuk dan mewangi
konodai sang putri
dan kutelanjangi segenap gaun duniawinya
dan seluruh bumi cium aku
2003
Buku#2: Ikuti Sang Penjual
Dusta (gagasan)
Dusta
(gagasan)
dengar aku dusta
hanya seperti yang selalu masih menjadi yang kau inginkan
hanya seperti yang berlalu dan tak peduli siapa di belakang
hanya seperti selalu masih menjadi yang terus hilang
pahami ini, skeptis disetisp kasus - akulah penyangkal
serius, biarkan dunia paling buruk melihat kedalam aku masih menjadi penumpang
untuk mengklaim waktu bersamamu
hanya seperti yang selalu jemu dan terus diulang
maukah kau berpaling sejenak, menderit laju, menembus deru hati yang kepalang
hanya seperti yang selalu ikut serta dan berlalu lalang
bawa aku keliling dan turunkan disamping jalan, diluar sana
lihat, masih adakah yang peduli - membuka jendela dan menagkap nafasku lagi
lalu jauh dan jauh, sertakan aku pulang
lalu kembali lagi dengar lagi aku dusta
hanya seprti yang masih selalu ada disampingmu
hanya seperti yang masih berlalu dan tak mau tinggal
hanya seperti selalu masih menjadi seseorang yang kau kenal
2003
Buku#2: Ikuti Sang Penjual
Kubis
Kubis
kutulis surat pasif
proposal persetubuhan
gairah yang secara naif
perayu kekerdilan
si tubuh tanpa relief
di kolong kemurungan
bisu dan sarat motif
di pusat malam
di pusar abortif
2002
Buku#2: Ikuti Sang Penjual
7.19.2013
Menuju Merah
Menuju Merah
aku mencoba menarik garis dengan segala yang dianggap sempurna
takut untuk total mengingat bahwa aku kasar - rentan aplus sebuah opus
mengangin-angini objek yang mudah terbakar
sungguh bukan bermaksud menyakitimu - bangun kultur berlanjut terus menerus
dimana ketika harmoni ingin jadi yang terakhir kali
dimana sudah distorsi mencuri start dengan baik
segera ingin menikahi aku dan semua orang dalam ruang
sorak sorai buka suasana - flek hitam menempel pada media tanpa busana
pornografi : yang andai kata aku harus mengambil peran yang kau seting untuku
subjek semakin sulit kau rancang dari kerangkaku
selalu hati sebagai dusta organ tubuh
letakan pistol-pistol dikepala-kepala yang aktual milikmu
ego kelakian yang aku sendiri dungu mewakili kaum perkasa itu
rentan hangus sebuah partus
mayat-mayat yang disemprot parfum terus menerus
konstan mandi bahan bakar - spontan terbakar - mandi bersih
kulit-kulit kecantikan menuju merah
salah satu laki-laki sekali ia menyiram asam
terpikir ia pemadam kebakaran
2003
Buku#2 : Ikuti Sang Penjual
Mufakat
Mufakat
kau tetapkan sendiri
pil terakhir yang rutin 3x sebelumnya
tak mengapa jika aku masih mengkonsumsimu
yang datang untuk mengejutkan
tak usah mengejutkan
yang tak terkira
yang tak pantas datang
aku tetapkan sendiri
jika ia berjanji, aku menanti
jika tak berjanji, aku mati diatas janji
aku jaga janjiku dan aku khianati janjimu
cinta sudah tetapkan sendiri
bila aku mencari - ia pergi
bila aku pergi - ia dengan peri
bila aku sembunyi - ia lebih iri
di rumah mucikari
2003
Buku#2 : Ikuti Sang Penjual
Minus Fantasi
Minus Fantasi
aku belum ereksi - untuk gairah yang berat
secepat mungkin aku cegat
rasakan gigil dan keloyalan air mani
akan cinta untuk kita disangkal
janda ku-urutkan yang pertama
daya tarik dan penolakan yang menjelang bersamaan
aku ini pemabuk
flora-flora paling layu
bukan rehabilitasi secara serius dan kontinyu
aku ini pelacur
genggam tangan kekasihmu
sebelum kurebut hati mandul
tidak untuk dijual
masturbasi akses untuk masuk
aborsi akses untuk keluar
membelot 180 derajat
dewi penolong dan pemberi nafas buatan
tahun frustasi
putus asa kusimpan untuk musim depan
2003
Buku#2 : Ikuti Sang Penjual
Burried me, Not
Buried Me, Not
ketika tertimpa penyesalan
maupun berpaling dan berhadapan
menutupi celah-celah serangan
pernah kukatakan tatkala tertipu dalam makian
bertahan menjadi satu-satunya teman
mabuk nafsu, mabuk abadi
kecemburuan sekali untuk yang menggoda
kecemburuan duakali untuk yang tersisa
jangan putus saat jauh - jangan senang saat dekat
dengan akan menjauh setelah dekat
jauh akan menjadi dekat setelah tulus
aku menggantungkan harga diri
ia menggantungkan kepada laki-laki selain aku
laki-laki menggantungkan kepada wanita lain
jangan kuburkan aku, jika menguburkan aku dilarang
ia hanya bosan aku sebagaimana aku
mengungsi kepada yang lain dan seterusnya
2003
Buku #2: Ikuti Sang Penjual
7.16.2013
Koma Kamu
Koma Kamu
tidur panjangku akan jiwamu yang cantik
merangkak penuh perasaan muak atas kerendahan hati palsu ini
telah aku katakan aku punya tubuh bagus
wanita tidak perlu ambisius
kau jadi satu yang teriak di lubang jarum
lihatlah yang menari dibibir sumur
jangan percayakan aku punya otak yang lurus
saat ereksi aku kehilangan separuh
saat klimaks aku kehilangan seluruh
sebelum sangat haus
pecahkan rumah kaca
sebelum sangat puas
pesta pertama tak pernah naas
sesudah sangat kurus, sangat pudar
beban tak mampu dilemparkan
semua orang terlihat spesial
lahir, ada satu kalipun untuk menyesal
2002
Buku#2: Ikuti Sang Penjual
7.15.2013
Naik Banding
Naik Banding
-aku duduk mengenakan jubah
siap menjatuhkan penghakiman yang salah bagi diriku sendiri
vonis bebas bagi semua, kecuali sang hakim
-aku rujuk dengan istri pertama
perjanjian paling kudus, paling purba
dangkal atau setia, abadi atau penuh misteri
-aku kembali pada iman lama
lautan tempatku menenggelamkan diri
segitiga emas, segitiga api
reinkarnasi seorang murid (murtad)
kerinduan untuk mati syahid
-aku telah jatuh hati kepada biarawati
tapi tak kuhadiahi ia singgasana berlumut
melainkan dunia dan lumpur berlarut - larut
dan kubiarkan si pemberi berkat menebusku
-aku keluar dengan kepala tegak
banyak jalan menuju roma
kukejar engkau sampai ke negeri cina
ngomong - ngomong neraka disebelah mana
-aku bunuh si penunjuk arah (si juru dakwah)
agar lekas ia ke surga
dan berharap kelak mengirimiku peta
2003
Buku#1: Kelabu Nomor Wahid
Penjuru
Penjuru
berilah jalan tembus
cari penyesalan lain
mungkin ada yang menyerupaiku
mekanik jam bergerak maju
tragedi mulai
ini hari mencelup setelah memerciki
pilih pose-posemu yang paling manusiawi
dunia terlalu duniawi
yang katanya seorang tersesat sore tadi ;
"jika terlalu yakin coba tanyakan seseorang arah mata angin"
tidakah kita jatuh terus menerus
kebelakang, kesamping
kedepan, masih adakah atas dan bawah
pilih model - model tuhanmu yang paling terkini
kubawa berkeliaran menari tanpa batas
menghadap ketimu,r engkau dibarat
menghadap bara,t engkau disebelah kanan
disebelah kiri roh - roh yang berat
satu lagi kekangan bukan untuk dekat, tapi alat
tuhan - tuhan yang dapat dilihat
2003
Buku#1: Kelabu Nomor Wahid
7.14.2013
Jeda
Jeda
berkesudahan disini sudah
dialektika tak berharga - dada yang terlempar
turun disenjakala rusaknya semua nilai
duduk tak sepadan - menyisih dari jemaah yang ramai
lidah yang tertelan - meludah ke langit yang terurai
kuyup - seandainya jeda
aku tidak tahu kalau sudah mulai
diawali tidak bertulang
diakhiri tidak bertulang
sejurus yang tak terlihat - ia kembali mengintai
membuatmu menunggu
musuh bebuyutan yang paling menjatuhkan mental
seharusnya menangis kurindukan rumah
untuk maafku yang paling besar
tiada tempat berlari sepanjang zaman
kuturutkan engkau
bahkan ketika kulihat jejakmu yang paling lamat
semakin menjadi
ku-obsesikan diri sendiri
tidak ada yang membingungkan sepertimu lagi
Sidoarjo, 2003
Buku#1: Kelabu Nomor Wahid
Anjing Tetap Berlalu
Anjing Tetap Berlalu..
anjing berlalu tanpa menengok ke belakang pembual
aku dikuasai ketidaksabaran pada diri - memuja, memanggil - kembali kepada yang aktual
aku juga sudah tahu setan itu akan menjegal : jangan campuri aku selama aku ingin tahu
pesonamu adalah yang merasa sempurna kehilangan telinga - menjamah, menjadi akar
campuri aku selama aku tidak ingin tahu - seorang pendoa selagi menyusun alibinya yang tak terbayangkan, malam itu hilang di keheningan yang dikebiri masal
2003
Buku#1: Kelabu Nomor Wahid
Cita - Cita Seorang Waras
Cita - Cita Seorang Waras
ratusan tahun tak akan terenggut sesosok makhluk dalam modus yang mencekam
tidak ku ubah apapun ciri diseberang takdirmu dan takdirku
perkawinan satu orang telah tergantikan - mayat hidup dengan hasil ciptaan pendorong hidup
melukiskan apa yang telah terjadi
apa yang tak mungkin datang secara lain
niscaya hancur : yang puas menemukan diri sendiri - yang takut menemukan
perayaan tobat apa - pertunjukan kudus apa yang patut aku adakan
seluruh lawatan, seluruh tindak tanduk
masih mencari biang keladi penghakiman yang terputus sebelum ujud
kemudian lahir untuk bersatu
2003
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
ratusan tahun tak akan terenggut sesosok makhluk dalam modus yang mencekam
tidak ku ubah apapun ciri diseberang takdirmu dan takdirku
perkawinan satu orang telah tergantikan - mayat hidup dengan hasil ciptaan pendorong hidup
melukiskan apa yang telah terjadi
apa yang tak mungkin datang secara lain
niscaya hancur : yang puas menemukan diri sendiri - yang takut menemukan
perayaan tobat apa - pertunjukan kudus apa yang patut aku adakan
seluruh lawatan, seluruh tindak tanduk
masih mencari biang keladi penghakiman yang terputus sebelum ujud
kemudian lahir untuk bersatu
2003
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
7.05.2013
Propaganda Kesepian
Propaganda Kesepian
lamunan terkini
sampah lukisan surealis
semua hendak menjadi sekedar baru
aku kepayang mengikutimu
menyandang kelaparan awam
jika kau melihatku - aku tidak melihatmu
lubang hitam akosmis
Bethoven jatuh tragis
keluar dari barisan masterpiece
masuk ke penjiarah yang riuh
kubunuh Lennon
kuimajikan non
kejahatan terkini
kepada siapa aku berhutang pucat pasi
berbanding terbalik kealamian madat
bangsat, perawan yang mengaku perawan
kau masih satu diawang
sebagai pemimpi tak kau dapati apa-apa kecuali mati
sisi gelap Monalisa
airmata darah meminjamkan mata pada bingkai semesta
2003
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
Pelatjur Kiri
Platjur Kiri
kuburan masal telah digali
aku kembali keatas ranjang
kebebasan tak pernah memberi makna
membuatku dangkal dalam tertawa
keyakinan tak pernah memberi arti
membuatku pandir dalam mengerti
tidak ada lagi tempat yang mesti sambangi
semua jalan telah menjadi rumah mucikari
2003
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
Liang Bunga Jatuh
Liang Bunga Jatuh
tutup matamu karena itu sebuah alasan
hari menjadi doa-doa mandul
atau aku saja yang masih berdoa dengan buruk
mati kering, bunga ditangan kiri
terhempas keliang rahim tradisi
bersama udara purwarasa
menciuminya disana atau disini
indera yang kau andalkan
bukan fakta apa-apa
selain marka kebakaan basi
si tangan kanan kebahagiaan
meracik sesaji
tapi kesakitan bukan lagi anggur merah
kembali ke purwaraga
jika meraba, mengklaim sendiri dosa
sebelum habis masa ingatan
sekelebat nalarku terjun
terjun ke dalam liang
liang bunga jatuh
Cirebon, 2003
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
Inkubasi
Inkubasi
aku dalam masa inkubasi
jadi, seorangpun menjauhlah
jika tak mengerti
bawa tanda tanyamu
sementara ada waktu
kutukan adalah kesendirianku
sebelum sebuah jawaban kau bawa kepadaku
akherat adalah kritik - dunia adalah alibi
klaim tersembunyi terjemahan alam
sebelum aku dididik
kembali kepertanyaan
2002
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
Liburan
Liburan
ini liburan dari rasa bersalah
tanpamu kurasakan lebih murah
merangkul kesekian arwah-arwah
melepasku kebalik udara ketinggian
bebas dari bahaya masuk angin
walau tidak terlalu sehat
secuil keriangan ini bersama rusaknya mesin
meminum urin
melepas vitamin
munafik yang terlalu baik, terbalik
tidak ada semuanya akan baik-baik
kau yang akan selalu kukonflik
anggap aku selalu ada disisi untuk jungkir balik
besi-besi tua yang tercampakan
jadi perangkat taman
inilah liburan
menyimpan melankoli yang kau takutkan
semisal iblis yang energik
tak ada ruang sedikitpun jika kau pathetic
Cirebon, 2002
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
Subscribe to:
Posts (Atom)



.jpg)



