6.30.2013
Motif
Motif
seseorang terlambat mati - beberapa terlalu cepat
maka, siapa peduli pola hidup sehat
jika mencintaimu juga terasa hidup disaat yang tidak tepat
sisa-sisa energiku bergerilya perlahan menunggangi nyawa-nyawa kambuhan
kematian bebas adalah larinya atau pelarian
sayang, bicaralah padaku satu dua patah santun kematian
karena aku sudah cukup muda untuk berlaku curang
engkau sendiri terlarang bagi hati yang darinya aku tumbuh abu-abu
pada masa pekabungan
yang meninggalkan hitam - membalik badan
jemput kekasihku - sesungguhnya aku belum pamitan
(dalam sedih, kematian manapun)
Sidoarjo, 2003
Buku #1: Kelabu Nmor Wahid
6.28.2013
Krisis
Krisis
saat mulai berpikir
kau tidak dapat kembali
setelah simpul terakhir
seorang gadis aborsi
seorang wanita eksekusi
ia coba mengingat kapan
semakin ia tak tertoleran
seperti ia pernah disini
seperti ia pernah mengingkari
seperti sekarat didalam
seperti mati diluar
saat mulai melangkah
itulah sebuah arah
saat mulai berpikir
itulah sebuah akhir
engkau menggali dalam
dan terlalu dalam
berkesempatan menelpon tuhan
semakin dunia tak tertoleran
kesalahan tak pernah lunas
puas secara personal
dan tidak ada yang bisa
menyakitimu lagi sekarang
semakin engkau mengingat
semakin mimpi bercerai berai
2002
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
Abstain
Abstain
kau mengenangku sebagaimana aku akan selalu
mengenang untuk sebuah kekosongan
diantara kita dan orang-orang
bernostalgia pada setiap simpang jalan
berhenti dan melambaikan tangan
"aku disini, engkau dimana?"
alangkah dangkal kenangan
menyentak kealpaan
seberapa angkuh kekecewaan
atas nama ia, aku memberontak
berapa harga kecewamu
2002
Buku #1: Kelabu Nomor Wahid
6.24.2013
Sekutu
Sekutu
Banyak corak perpisahan yang belum aku tetapkan
Aku tahu yang mematahkan hati itu
Ia membiarkanku mati beribu kali sampai kau melakukannya sendiri:
Teman terakhirku haruslah seonggok jenajah
Mata kail dari kencan buta di gigil hari yang cerah - marilah kita menikah
Tamu yang bersamaan sebagai kubur makna-makna celaan duduk bersama
Tangan di buat biru oleh jabatan tangannya yang ramah
Aku menghormati - maka kutinggalkan ia sendiri
Makhluk-makhluk fana saksi-saksi yang paling tidak memadai
Temanku yang kaku menggerutu:
"Awal dari yang datang ribuan kali, mengapa kau melakukannya sekali saja?"
Satu orang terlalu banyak - setidaknya jadilah musuhku
2004
Buku # 1 : Kelabu Nomor Wahid
Subscribe to:
Posts (Atom)

